Rabu, 28 November 2012

PENGANTAR ILMU SEJARAH



A.Pengertian Sejarah
Kata Inggris History berasal dari kata benda Yunani “Istoria” yang berarti ilmu. Dalam bahasa Belanda “geschiedenis” yang berarti terjadi.

Kata sajarahpun berasal dari bahasa arab yakni “syajarah” yang artinya pohon. Pohon menggambarkan adanya pertumbuhan terus menerus.
Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh W.J.S. Poerwadarminta, disebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian, yaitu :
1.      Kesusastreraan lama,silsilah,asal-asul
2.      Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau
3.      Ilmu pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang bener-bener terjadi pada masa lampau
Rustam E. Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat & Iptek

Sejarah juga mempunyai dua pengertian, yaitu pengertian sejarah positif dan negatif
1.      Pengertian Sejarah Positif
a.       Sejarah ialah ilmu tentang manusia
b.       Sejarah ialah ilu tentang waktu
c.        Sejarah ialah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial
d.      Sejarah ialah ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-satunya, dan terperinci
2.      Pengertian Sejarah Negatif
a.        Sejarah itu bukan mitos
b.      Sejarah itu bukan filsafat
c.       Sejarah itu bukan ilmu alam
d.      Sejarah itu bukan sastra
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya

Maka secara singkat sejarah dapat ditegaskan yang berarti :
1.      Jumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa dalam kenjataan sekitar kita
2.      Cerita tentang perubahan-perubahan tersebut
3.      Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahab-perubahan tersebut
R. Moh. Ali. (1963). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : Bhatar
A.    Tujuan Ilmu Sejarah
1.      Untuk memenuhi rasa ingin tahu mengenai peristiwa-peristiwa masa lampau
2.      Untuk mengetahui lebih mendalam apakah sejarah itu suatu seni atau suatu disiplin ilmu.
Rustam E. Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat & Iptek

B.     Manfaat Ilmu Sejarah
1.      Untuk memperoloh pengalaman mengenai peristiwa-peristiwa sejarah di masa lalu baik yang positif muapun pengalaman yang negatif
2.      Untuk mengetahui dan dapat menguasai hukum-hukum sejarah yang berlaku agar kemudian dapat memanfaatkan dan menerapkan bagi mengatasi persoalan-persoalan hidup saat sekarang dan yang akan datang
3.      Untuk menumbukan kedewasaan berfikir
Rustam E. Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat & Iptek

C.     Sumber Sejarah
Salah satu sebab yang penting ialah keadaan alat-alat pemberitaan (kawat,radio,lalu lintas) dan alat-alat penulis (batu,logam kulit, kertas dan pena,dan mesin tjetak).
Makin lampau atau semakin jauh dari zaman sekarang semakin kuranglah isi dan jumlah sumber-sumber sejarah atau :
1.      Jumlah sumber kurang sekali, karena alat-alat pemberitaan dan alat-alat penulis
2.      Isi sumber kurang sekali, karena perhatian manusia masih terbatas
Semakian sempurna alat-alat pemberitaan dan alat-alat penulis serta semakin luas perhatian manusia, semakin berubalah sifat sumber-sumber sejarah
R. Moh. Ali. (1963). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : Bhatara

E. Karakteristik dan Kedudukan Ilmu Sejarah

Dalam pengertian yang luas kata “sejarah” mengandung makna segala peristiwa yang sifatnya sudah terjadi
Sedangkan, pengertian yang sempit kata sejarah dipakai untuk menunjukan karakteristik perbuatan manusia.

Adapun ciri-ciri ilmiah adalah sebagai berikut :
1.         Memiliki tujuan dan objek sasaran tertentu
2.         Harus mempunyai metode
3.         Bersifat sistematis
4.         Bersifat empiris
5.         Rasional dan objektif
6.         Dapat diverifikasi
Rustam E. Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat & Iptek

F.      Pembabakan Waktu Sejarah
1.      Pengertian babakan waktu
Pembabakan waktu atau periodesasi adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak,zaman atau periode
2.      Tujuan pembabakan waktu
a.       Memudahkan pengertian
b.      Melakukan penyederhanaan
c.       Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis
d.      Untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuaan
e.       Memudahkan klarifikasi  dalam ilmu sejarah
3.      Beberapa kriteria babakan waktu
a.       Babakan waktu berdasarkan satuan waktu kronologis
b.      Babakan waktu berdasarkan pergantian generasi
c.       Babakan waktu berdasarkan dinasti (wangsa)
d.      Babakan waktu berdasarkan perjuangan
e.       Babakan waktu berdasarkan evolusionisme
f.       Babakan waktu berdasarkan proses integrasi
g.      Konsep babakan waktu para sejarahwan
Rustam E. Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat & Iptek




G.    Penilaian Terhadap Penulisan Sejarah
1.    Sejarah dan Patriotisme
Pada saat krisis nasional dan sesudah perang,sejarahwan medapat tekanan-tekanan untuk menuliskan perkembangan negerinya
2.    Sejarah dan Kepercayaan demokratis
Di dalam sikap adil terhadap golongan patriotik, perlu dicatat bahwa mereka lebih memperhatikan masalah pendidikan pemuda daripada penelitian. Jauh lebih bijaksana untuk membiarkan anak-anak supaya mereka lebih menghargai apa yang telah diperjuangkan.
3.    Langgam baik dan kesarjanaan baik
Masah langgam untuk sebagian dapat dipecahkan dengan usaha kolektif
4.    Penyalahgunaan catatan bawah
            Secara umum catatan bawah tidak disukai, karena sifat jorok dan sok pintar
Louis Gottschalk (terjemahan). 1975. Nugroho Notosusanto. Mengerti Sejarah. Jakarta : Universitas Indonesia

H.    Profesi yang berkenaan dengan Sejarah
1.        Guru sejarah
Di dalam masa-masa SD, sejarah dapat dibicarakan dengan pendekatan estetis. Kepada anak-anak yang mulai bernalar, sejarah harus diberkan secara kritis.
2.        Pegawai Sejarah
Termasuk disini ialah para pegawai purbakala,museum dan monumen,dll.
3.        Pencatat Sejarah
Setiap instansi, terutama ABRI, mempekerjakan sejarawan untuk mencatat apa-apa yang terjadi di lingkungannya dan menulis sejarah lingkungannya.
4.        Pelaku sejarah dan saksi sejarah
Pelaku sejarah adalah orang yang secara langsung terlibat dalam pergaulan sejarah. Saksi sejarah adalah orang yang menetahui suatu peristiwa sejarah tapi tidak terlibat langsung
5.        Peneliti dan penulis sejarah
Dihasilkan melalui pelatihan di perguruan tinggi
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya


Sumber-Sumber Resume :
·       Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya
·       Louis Gottschalk (terjemahan). 1975. Nugroho Notosusanto. Mengerti Sejarah. Jakarta : Universitas Indonesia
·       Rustam E. Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat & Iptek
·       R. Moh. Ali. (1963). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : Bhatara



PENERAPAN NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN SEBAGAI UPAYA PEMBANGUNAN KARAKTER

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Pendidikan karakter adalah suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi kompo...