A.Pengertian
Sejarah
Kata Inggris
History berasal dari kata benda Yunani “Istoria” yang berarti ilmu. Dalam bahasa
Belanda “geschiedenis” yang berarti terjadi.
Kata
sajarahpun berasal dari bahasa arab yakni “syajarah” yang artinya pohon. Pohon menggambarkan
adanya pertumbuhan terus menerus.
Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh W.J.S. Poerwadarminta, disebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian, yaitu :
Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh W.J.S. Poerwadarminta, disebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian, yaitu :
1. Kesusastreraan
lama,silsilah,asal-asul
2. Kejadian
dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau
3. Ilmu
pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang bener-bener
terjadi pada masa lampau
Rustam E.
Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah
Filsafat & Iptek
Sejarah juga mempunyai dua
pengertian, yaitu pengertian sejarah positif dan negatif
1. Pengertian
Sejarah Positif
a.
Sejarah ialah ilmu tentang manusia
b.
Sejarah ialah
ilu tentang waktu
c.
Sejarah ialah
ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial
d.
Sejarah ialah ilmu tentang sesuatu yang tertentu,
satu-satunya, dan terperinci
2. Pengertian
Sejarah Negatif
a.
Sejarah itu
bukan mitos
b.
Sejarah itu bukan filsafat
c.
Sejarah itu bukan ilmu alam
d.
Sejarah itu bukan sastra
Kuntowijoyo.
1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya
Maka secara singkat sejarah dapat
ditegaskan yang berarti :
1. Jumlah
perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa dalam kenjataan
sekitar kita
2. Cerita
tentang perubahan-perubahan tersebut
3. Ilmu yang
bertugas menyelidiki perubahab-perubahan tersebut
R. Moh. Ali.
(1963). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : Bhatar
A.
Tujuan Ilmu Sejarah
1. Untuk
memenuhi rasa ingin tahu mengenai peristiwa-peristiwa masa lampau
2. Untuk
mengetahui lebih mendalam apakah sejarah itu suatu seni atau suatu disiplin
ilmu.
Rustam E.
Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah
Filsafat & Iptek
B.
Manfaat Ilmu Sejarah
1.
Untuk memperoloh pengalaman mengenai
peristiwa-peristiwa sejarah di masa lalu baik yang positif muapun pengalaman
yang negatif
2.
Untuk mengetahui dan dapat menguasai
hukum-hukum sejarah yang berlaku agar kemudian dapat memanfaatkan dan
menerapkan bagi mengatasi persoalan-persoalan hidup saat sekarang dan yang akan
datang
3.
Untuk menumbukan kedewasaan berfikir
Rustam E.
Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah
Filsafat & Iptek
C. Sumber
Sejarah
Salah
satu sebab yang penting ialah keadaan alat-alat pemberitaan (kawat,radio,lalu
lintas) dan alat-alat penulis (batu,logam kulit, kertas dan pena,dan mesin
tjetak).
Makin
lampau atau semakin jauh dari zaman sekarang semakin kuranglah isi dan jumlah
sumber-sumber sejarah atau :
1.
Jumlah sumber kurang sekali, karena
alat-alat pemberitaan dan alat-alat penulis
2.
Isi sumber kurang sekali, karena
perhatian manusia masih terbatas
Semakian
sempurna alat-alat pemberitaan dan alat-alat penulis serta semakin luas
perhatian manusia, semakin berubalah sifat sumber-sumber sejarah
R. Moh. Ali. (1963). Pengantar Ilmu
Sejarah. Jakarta : Bhatara
E.
Karakteristik dan Kedudukan Ilmu Sejarah
Dalam pengertian
yang luas kata “sejarah” mengandung makna segala peristiwa yang sifatnya sudah
terjadi
Sedangkan,
pengertian yang sempit kata sejarah dipakai untuk menunjukan karakteristik
perbuatan manusia.
Adapun
ciri-ciri ilmiah adalah sebagai berikut :
1.
Memiliki tujuan dan objek sasaran
tertentu
2.
Harus mempunyai metode
3.
Bersifat sistematis
4.
Bersifat empiris
5.
Rasional dan objektif
6.
Dapat diverifikasi
Rustam E.
Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah
Filsafat & Iptek
F. Pembabakan
Waktu Sejarah
1. Pengertian
babakan waktu
Pembabakan
waktu atau periodesasi adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam
sejarah dengan pembagian atas beberapa babak,zaman atau periode
2. Tujuan
pembabakan waktu
a.
Memudahkan pengertian
b.
Melakukan penyederhanaan
c.
Mengetahui peristiwa sejarah secara
kronologis
d.
Untuk memenuhi persyaratan sistematika
ilmu pengetahuaan
e.
Memudahkan klarifikasi dalam ilmu sejarah
3. Beberapa
kriteria babakan waktu
a.
Babakan waktu berdasarkan satuan waktu
kronologis
b.
Babakan waktu berdasarkan pergantian
generasi
c.
Babakan waktu berdasarkan dinasti
(wangsa)
d.
Babakan waktu berdasarkan perjuangan
e.
Babakan waktu berdasarkan evolusionisme
f.
Babakan waktu berdasarkan proses
integrasi
g.
Konsep babakan waktu para sejarahwan
Rustam E.
Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah
Filsafat & Iptek
G.
Penilaian Terhadap Penulisan Sejarah
1. Sejarah dan
Patriotisme
Pada saat krisis nasional dan sesudah perang,sejarahwan medapat tekanan-tekanan untuk menuliskan perkembangan negerinya
Pada saat krisis nasional dan sesudah perang,sejarahwan medapat tekanan-tekanan untuk menuliskan perkembangan negerinya
2. Sejarah
dan Kepercayaan demokratis
Di dalam
sikap adil terhadap golongan patriotik, perlu dicatat bahwa mereka lebih
memperhatikan masalah pendidikan pemuda daripada penelitian. Jauh lebih
bijaksana untuk membiarkan anak-anak supaya mereka lebih menghargai apa yang
telah diperjuangkan.
3. Langgam
baik dan kesarjanaan baik
Masah
langgam untuk sebagian dapat dipecahkan dengan usaha kolektif
4. Penyalahgunaan
catatan bawah
Secara
umum catatan bawah tidak disukai, karena sifat jorok dan sok pintar
Louis
Gottschalk (terjemahan). 1975. Nugroho Notosusanto. Mengerti Sejarah. Jakarta :
Universitas Indonesia
H.
Profesi yang berkenaan dengan Sejarah
1.
Guru sejarah
Di dalam masa-masa SD, sejarah dapat
dibicarakan dengan pendekatan estetis. Kepada anak-anak yang mulai bernalar,
sejarah harus diberkan secara kritis.
2.
Pegawai Sejarah
Termasuk
disini ialah para pegawai purbakala,museum dan monumen,dll.
3.
Pencatat Sejarah
Setiap
instansi, terutama ABRI, mempekerjakan sejarawan untuk mencatat apa-apa yang terjadi
di lingkungannya dan menulis sejarah lingkungannya.
4.
Pelaku sejarah dan saksi sejarah
Pelaku sejarah adalah orang yang secara langsung
terlibat dalam pergaulan sejarah. Saksi sejarah adalah orang yang menetahui
suatu peristiwa sejarah tapi tidak terlibat langsung
5.
Peneliti dan penulis sejarah
Dihasilkan
melalui pelatihan di perguruan tinggi
Kuntowijoyo.
1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya
Sumber-Sumber
Resume :
·
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu
Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya
·
Louis Gottschalk (terjemahan). 1975.
Nugroho Notosusanto. Mengerti Sejarah. Jakarta : Universitas Indonesia
·
Rustam E. Tamburaka. 1999. Pengantar
Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat & Iptek
·
R. Moh. Ali. (1963). Pengantar Ilmu
Sejarah. Jakarta : Bhatara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar